Senin, 06 Januari 2014

Menjelang REGULASI... Konsistenkah?

Jakarta-TAMBANG. Menjelang 12 Januari 2014, kepastian hukum tentang kewajiban membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) masih belum menemui titik terang. Herman Kasih, Deputi Chairman Asosisasi Pengusaha Batu bara Indonesia mengatakan, Pengusaha sektor pertambangan menganggap pemerintah tidak serius dalam penerapan Undang-undang nomor 4 tahun 2009 mengenai mineral dan batu bara yang mengatur soal kewajiban membangun pabrik smelter sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk tambang."Pemerintah sekarang baru terakhir ini menggalakkan untuk bangun smelter," ujar Herman di Jakarta (30/12).Herman mengatakan, pembangunan smelter ini tidak mudah kaena banyak pengusaha menganggap pembangunan tersebut tidak memenuhi syarat yang diterima oleh perbankan (bankable) "Itu padat modal tidak semudah membalikan tangan. Kalau tidak bankable mereka mana mau," ujar Herman.Selain itu pemerintah juga seharusnya memberikan arahan soal titik-titik lokasi pembangunan smelter sehingga para pengusaha tambang yang tidak mampu membangun smelter sendiri dapat membuat smelter bersama- sama."Sebenarnya yang menentukan bangun smelter titik-titiknya itu dari pemerintah seperti di Kalimantan berapa smelter, Papua berapa smelter. Baru teman-teman yang punya IUP (izin usaha pertambangan) itu kumpul untuk bangun smelter. Sekarangpemerintah menyerahkan malah menyerahkan kepada swasta untukl bangun smelter," kata Herman.Meski demikian, Herman menjelaskan pengusaha juga memahami soal pelarangan ekspor bahan mentah mineral ini, namun pemerintah harusnya lebih tegas soal ini. "Kami setuju dengan larangan bahan mentah apalagi nikel, kalau tidak dilaranga, Indonesia tidak punya sumber daya alam nikel lagi, tapi ditentukan dulu oleh pemerintah, jadi mereka bisa bangun bersama," ujar Herman.

Sumber: KAJIAN MAJALAH TAMBANG
Jakarta-TAMBANG.Ketidakpastian masih menyelimuti sektor pertambangan khusus pertambangan mineral. Sementara tanggal 12 Januari 2014 sudah semakil dekat dimana sesuai amanat UU Minerba perusahaan tambang mineral dilarang mengekspor bijih dan harus diolah. Terkait dengan hal ini, para pemegang IUP akan meminta Mahkamah Konstitusi melakukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara atau UU Minerba."Mereka akan meminta fatwa Mahkamah Agung terahadap Undang-Undang minerba apakah ada ketentuan larangan ekspor. Sepengetahuan mereka yang ada hanya pengendalian, baik tersurat pun tersirat. Mereka juga akan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi," demikian Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia, Syahrir AB.Menurut Syahrir, beberapa pihak dari kalangan asosiasi, perusahaan, individu, dan serikat pekerja melakukan ini karena ingin mendapat legal standing. “Langkah ini dilakukan tidak dengan maksud melawan pemerintah tetapi hanya ingin mendapat kepastian hukum. Jika nanti MA mengatakan bahwa memang ada larangan ekspor bijih mineral maka Perusahaan akan melaksanakannya,”tandas Syahrir. Menrutu Syahrir UU Minerba hanya merekomendasikan untuk dilakukan pengendalian ekspor dan bukan melarang ekspor. "Selama ini kami meragukan yang dilarang itu bijih, ore, dan konsentrat. Ekspor bijih dilarang total, sedangkan nonbijih bisa diekspor. Oleh karena itu, kami ingin tahu apakah betul aturan tersebut melarang ekspor," kata Syahrir tanpa memastikan kapan itu akan dilakukan.Syahrir juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan pihak IMA, KADIN dan Ditjen Minerba beberapa waktu lalu telah disampaikan setidaknya tiga hal yang akan dilakukan Pemerintah terkait hilirisasi. Hal pertama Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melaksanakan amanat UU Minerba. Kedua, Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk melarang ekspor bijih mineral. Ketiga bahwa untuk perusahaan yang sudah melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian akan diatur dalam PP yang sedang dirumuskan.SUmber: Kak Egenius Soda


TIMAH (Sn) Bangka Belitung Onshore

Praktis semua timah putih komersial berasal dari kasiterit (SnO2), Stanit (Cu2S.FeS,SnS2), dan teallit (PbSnS2). Kasiterit pada umumnya berasosiasi dengan intrusi batuan beku granit pada fase pneumatolitik. Mineral kasiterit terhambur pada batuan tersebut dan baru dapat terlepas dari batuan induknya jika batuan mengalami pelapukan. Pelapukan dan konsentrasi mekanik membentuk endapan alluvial maupun elluvial yang di Indonesia dikenal dengan endapan bijih kulit yang dinamai dengan kaksa. Seperti yang diketahui, kasiterit termasuk resisten terhadap pengangkutan air, sehingga kemungkinan dapat terkumpul sebagai endapan placer. Didalam placer mineral ini berasosiasi dengan monazit, kuarsa, kadang juga sedikit turmalin.
              Berikut adalah sifat-sifat timah yang juga dinamakan dengan timah putih:
·         Tahan terhadap udara lembab,
·         Kekerasan dan kekuatannya yang sangat randah sehingga dimasukkan kedalam logam lunak,
·         Daya tahan terhadap korosi cukup tinggi
·         Tidak beracun
·         Berat jenis  7,3 gr/cm3 di titik cair rendah 2320C
·         Tahanan jenis 0,15 ohm mm2/m
Endapan-endapan timah terletak pada jalur timah tekaya didunia yang membujur didaerah China Selatan, melelui Birma, Muangthai yang melelui Semenanjung Malaysia dan terus ke Indonesia , yaitu di Pulau-pulau timah dan sekitarnya.
Pencarian bijih timah tidak pernah berhenti. Sejak tahun1965 tahap demi tahap eksplorasi terus ditingkatkan. Kini telah terkumpul data geologi yang terlengkap dari kepulauan timah yang telah diketahui, termasuk perairan disekitarnya. Batuan tertua di kepulauan timah berumur permokarbon, berupa batu endapan berupa pemalihan. Batuan tersebut tersingkap di Pulau Singkep. Di Bangka dan Belitung batuan tertua terdiri atas bataun endapan Malioh yan berumur Permokabon hingga Trias. Batuan tersebut diterobos oleh Granit Biotit yang diperkirakan sebagai penyebab terbentuknya endapan timah yang ada sekarang ini. Batuan di Bangka dan Belitung umumnya terlipat kuat dengan jurus umum berarah timur-barat dan kemiringan yang curam, sedang di Pemali jurus berubah arah menjadi barat laut-tenggara.
Endapan timah primer terdapat pada batuan granit dan daerah sentuhan dan pada batuan endapan malih dengan jenis pertama terutama di Tikus, di bagian Barat pulau Belitung. Endapan terbentuk jenis lensa kuarsa yang mengandung wolframit dan kasiterit dengan jumlah kadar yang dapat dimanfaatkan sebesar 0,4%. Endapan timah di Kelapakampit merupakan endapan yang khas. Karena terdapat sebagai urat pada perlapisan dan terhampar mengikuti bidang jurus perlapisan. Dengan demikian arah penyebarannya dapat diramalkan, selain itu memiliki kondisi lereng yang curam dan umumnya berasosiasi dengan mineral sulfida ataupun bersifat magnet.
Dibangka terdapat endapan yang penting yakni di Pemali dan Tempilang. Di Pemali endapan timah didapatkan sebagai jejaring (stockwork) dan greisen dalam granit dan urat turmalin kasiterit  yang membujur sejajar dengan sentuhan atau didekatnya. (Sukandarrumidi, 2007)
Endapan timah sekunder berasal dari endapan primer yang telah mengalami pelapukan, dan hasil ronmbakannya diendapkan disuatu tempat yang tidak jauh. Endapan ini dibedakan atas dua jenis, diantaranya endapan alluvial dan eluvial.  Eluvial dinamai oleh warga setempat sebagai “kulit” dan alluvial deikenal sebagai “kaksa”. Yang masing-masing ditemukan didaerah lereng bukit atau daerah pemisah air dan di lembah.
Penambangan endapan timah dilakukan dengan metode tambang terbuka yang digali dengan alat-alat berat. Untuk endapan alluvial dan eluvial dilakukan dengan penyemprotan. Endapan timah yang terkonsentrasi dilapisan tanah disemprot dengan air tekanan tinggi. Lumpur dan timah kemudian disedot oleh mesin untuk selanjutnya dengan prinsip gravitasi atau dengan sistem pencucian yang dinamakan sebagai Jig dapat dipisahkan. Jig atau umumnya dikenal sebagai “penyaring kocok”. Bijih timah yang telah dicuci kemudian dikeringkan, yang selanjutnya dilebur dengan tanur putar, kemudian dituang dan dicetak dalam bentuk balok. Timah balok ini selanjutnya diekspor dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri. (MD, 2007)
Logam timah putih (Stanum=Sn) dibuat dalam berbagai alloy diantaranya:
Tabel 3.1 Macam Alloy timah putih (Newton, 1946)
Macam
Komposisi % berat Sn
Genuine
89
Plate
91
Diesel Bearings
80
Hard Genuine
83
Pewter
89-74
Solder
67
Tinfoil
88
Tinsel
60
Battery Plates
21
Die-casting Alloy
8
Expanding Alloy
25
Solder (half and half)
50
Solder (plumbers)
33
Typa Metal (standard)
26
2.2       PENGOLAHAN BAHAN GALIAN
Pengolahan Bahan Galian (mineral Dressing) adalah istilah umum yang biasa digunakan untuk mengolah semua jenis bahan galian hasil tambang yang berupa mineral, batuan, bijih atau bahan galian lainnya yang ditambang atau diambil dari endapan-endapan pada kulit bumi, untuk dipisahkan menjadi poroduk-produk berupa satu macam atau lebih bagian mineral yang dikehendaki dan bagian yang lain yang tidak dikehendaki yang terdapatnya bersama-sama dialam. Mineral yang dikehendaki biasanya disebut juga mineral berharga karena nilai ekonominya sedangkan mineral yang tidak dikehendaki disebut mineral buangan disebut waste. Pada akhir proses pengolahan akan diperoleh dua macam hasil, yaitu Consentrate (mineral ekonomis) yang sebagian besar terdiri dari mineral berharga, dan tailing (ampas) yang terdiri dari mineral tidak berharga. (Sulistyo, 2002)
Dapat juga disebut sebagai mineral processing technology, dimana dapat dibagi dalam 3 macam, yaitu:
1.      Mineral Dressing, yaitu proses PBG/mineral untuk memisahkan mineral berharga dari mineral pengotornya dengan memanfaatkan per material pemisahan secara fisik dari mineral-mineral tersebut tanpa mengubah identitas kimia dan fisiknya.
2.      Extractive metallurgy, yaitu merupakan PBG/mineral dimana dalam prosesnya memanfaatkan reaksi kimia untuk memisahkan mineral berharga berupa logam dari mineral tak berharga, sehingga terjadi perubahan dari sifat-sifat fisik dan kiimia dari mineral-mineral tersebut.
3.      Fuel technology, yaitu proses PBG/mineral organik dengan memanfaatkan reaksi kimia untuk memisahkan faksi-fraksinya, sehingga terjadi perubahan dalam sifat-sifat fisik dan kimia dari mineral-mineral tersebut.
(Gamda, 2006) mengatakan, dalam hal eksplorasi endapan timah alluvial, maka ada 3 persyaratan utama harus dipenuhi dan bila salah satunya tidak terpenuhi maka jangan harap akan menjumpai endapan tersebut. Ketiga syarat tersebut adalah:
1.      Adanya batuan sumber (mother rock) pembawa mineral bijih. Mineralisasi pada batuan sumber dapat berupa  vein/veinlet, dyke, lakolit, disseminated, bedding plane dan lain –lain.
2.      Adanya proses pelapukan, erosi, media pengangkutan dan sedimentasi material sesuai kondisi lingkungannya.
3.      Adanya perangkap, tempat material tadi terendapkan pada daerah yang lebih rendah.
2.3       PENCUCIAN
            Pencucian yang dilakukan di TB sebaiknya perlu diketahui alur dan mekanismenya serta fungsinya. Keberhasilan kegiatan penambangan ini ditentukan oleh bidang pencucian, dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kegiatan pencucian adalah jantung dari kegiatan penambangan alluvial yang dilakukan dolokasi ini. Berikut merupakan ilustrasi yang memperlihatkan betapa pentingya bidang pencucian di objek produksi yang seharusnya mendapat perhatian khusus, adalah:
            1. Kegiatan Eksplorasi            …………………………        Rp
            2. Kegiatan eksploitasi            …………………………        Rp
                        * Penambangan           ………………………….       Rp
                        * Permesinan               …………………………        Rp
                        * Kelistrikan                …………………………        Rp
            3. Kegiatan Pencucian                        …………………………        Rp
                        * Operasi                     …………………………        Rp
                        * Produksi                   …………………………        Rp
            Dari ilustrasi diatas dapat dilihat ada 5 phase dari suatu kegiatan dipenambangan dan eksploitasi ada 2 yang mana anak panahnya semua mengarah kekanan dan hanya 1 panah saja menghadap ke kiri, ini menunjukkan pengertian sebagai berikut:
Kegiatan penambangan meunjukkan arah kekanan yang bearti pada kegiatan penambangan, setiap millimeter pump hius, impeller maupun pipa-pipa mengalami keausan yang sama dengan biaya yang harus dilkeluarkan. Begitu juga seterusnya pada kegiatan mesin/mekanik untuk membutuhkan bahan bakar serta spare part yang telah mengalami korosi, aus dan sebagainya yang pastinya membutuhkan pengeluaran biaya hampir setiap hari bahkan setiap detik dan jam sekalipun. Hanya pada kegiatan pencucian terlihat anak panah yang mengarah kekiri  itu artinya perolehan produksi yang diharapkan dari kegiatan penambangan yang hanya akan didapat pada kegiatan akhir ini.
            Jigging merupakan proses konsentrasi bijih atau mineral yang memanfaatkan berat jenisnya dalam suatu cairan berdasarkan kemampuan butiran-butiran mineral tertentu untuk menembus lapisan-lapisan campuran butiran mineral,  sehingga butiran-butiran mineral tersebut mengatur diri dan mengatur kedudukan  (berstratifikasi) dalam beberapa lapisan sesuai dengan berat jenisnya dan dilanjutkan dengan mineral pengotornya sehingga didapatkan konsentrat. (Hardi, 2009)
2.4       FUNGSI PENCUCIAN
            Fungsi pencucian dalam suatu kegiatan penambangan adalah untuk mencuci/ mengolah/ memisahkan bahan galian dari mineral pengotor, untuk mendapatkan mineral utama dan mineral ikutannya berharga lainnya.
            Jika dilihat dari fungsi diatas dan prinsip total mining, maka sudah selayaknya fokus perhatian kita arahkan ke bidang pencucian.
            Peralatan proses pencucian di Tambang Besar terdiri dari 3 bagian, yaitu: (Hardi, 2009)
1.         Alat Screen (saringan)
Alat screen yang umum dipakai di pencucian adalah saringan batangan yang digunakan pada TB Mawas II (grizzly), dan TB Nudur Hilir adalah saring putar type Conical Screen, yang mana fungsinya untuk menyaring/ memisahkan material pengotor yang berukuran besar seperti bongkahan tanah liat, batu krikil agar tidak mengganggu proses pencucian selanjutnya.
2.         Alat Angkat (transportasi)
Alat angkat/transportasi di pencucian adalah pompa, yaitu pompa underwater. Fungsinya mengangkat air dari kolam underwater ke Header Tank yang kemudian diteruskan ke dalam tangki jig sebagai underwater jig.
3.         Alat Proses (konsentrasi)



gambar JIG YUBA TB MAWAS



Jig yang dipakai di TB Mawas II adalah Jig Yuba dan pada TB Nudur Hilir saat ini adalah type Pan American Jig (PA). Fungsinya untuk memisahkan mineral berat dengan mineral ringan. Pemisahan jig ini berdasarkan perbedaan gaya berat mineral

Eksentrik merupakan salah satu alat penggerak di pencucian yang dipergunakan pada type jig type Pan American Jig (PA). Eksentrik ini berfungsi untuk merubah gerakan berputar yang ditimbulkan oleh gear box (gear motor) menjadi gerakan turun naik (vertikal). Pada Jig Yuba digunakan penggerak dengan sebutan Pulsator dengan pinsip kerja kanan kiri (vertikal).   
            Alat ini berfungsi untuk menimbulkan isapan (suction) dan tekanan (pulsion) pada permukaan bed jig.
            Gerakan ke atas dan ke bawah yang ditimbulkan oleh eksentrik dan pulsator dapat diatur pukulan yang dihaislkannya (lihat gambar pulsator dan eksentrik) disesuaikan dengan kebutuhan pada tiap tingkat pencucian dimana eksentik/pulsator ini digunakan pada tingkat primer, sekunder, tertier maupun clean up. Karena kedua alat ini merupakan alat penggerak yang setiap saat bergerak, maka sudah pasti alat ini akan mengalami keausan atau kerusakan pada suku cadang (spare part).
Kenyataanya, dibandingkan dengan pulsator, eksentrik ini jauh lebih unggul karena salah satu titik kelemahan yang terdapat pada pulsator sudah diatasi pada eksentrik yaitu Spie (MS key  dan BDS Shaft) yang terdapat pada pulsator, pada eksentrik ini sudah dihilangkan dengan menggabungkan kedua komponen tersebut menjadi satu kesatuan.

gambar Eksentrik sebagai penggerak utama Jig Pan Amerika


Gambar Pulsator sebagai penggerak uatama Jg Yuba.


*Bersambung* Tunggu posting selanjutnya di Timah Di Darat

Minggu, 16 Desember 2012

Iseng-Iseng Kreatif




PANDANGAN CINTA DAN PERSPEKTIF PERASAAN

♥ Cinta bukan karna kamu menyimpan ratusan fotonya dalam Hp_mu

♥ Cinta bukan karna kamu sering chating sama dia sehari semalam
♥ Cinta bukan karna dia memberimu hadiah yang mewah
♥ Cinta bukan karna kamu yang sering ngobrol setiap waktu denganya
♥ Cinta bukan ketika kamu mendekati cowok/cewek imut hanya untuk membuat dia Jealous.

♥♥ Tetapi.. ♥♥

♥ Cinta adalah ketika kamu melakukan apa saja untuk
bersamanya meskipun hanya dalam waktu singkat
♥ Cinta adalah di saat kamu hanya ingin dia bahagia
♥ Cinta adalah ketika kamu selalu berfikir tentangnya dalam setiap waktu
♥ Cinta adalah ketika kamu merasa Jealous bila dia menyapa dan akrab dengan gadis lain meskipun itu hanya temanya
♥ Cinta adalah ketika kamu mendengar lagu kesukaanya, kamu teringat masa"denganya
♥ Cinta adalah ketika kamu berani menemuinya meskipun kamu dalam keadaan bersalah padanya
♥ Cinta adalah ketika segalanya di dunia ini mengingatkanmu tentangnya
♥ Cinta adalah ketika dia pernah melukai hatimu, tapi kamu masih tetap mencintainya.

RENUNGAN PERASAAN

1. Saat 2 sahabat menjadi kekasih, itu ketulusan, saat dua mantan kekasih menjadi sahabat, itulah KEDEWASAAN!!
2.  Wanita dewasa bukanlah dia yang ingin terlihat sempurna untuk semua pria, tetapi dia yang ingin terlihat cantik untuk satu pria yang benar-benar dicintainya.
3.  Cintai kekasihmu sepenuh hati. Jangan buat dia kecewa sehingga dia memilih untuk pergi darimu, ketahuilah sakitnya baru akan terasa saat dia pergi meninggalkanmu.
4. Percayalah, selingkuh hanya akan membuat mu gelisah, dan diselimuti rasa bersalah. Janganlah kecewakan dia yang mencintaimu. ;)
5. Jika kamu belum temukan seseorang yang tepat dalam hidupmu, bersabarlah. Tuhan menunggu waktu yang tepat tuk tempatkan dia dalam hidupmu.
6. Seseorang yang benar-benar tulus mencintaimu, takan kehabisan alasan untuk mempertahankanmu, takkan mencari alasan untuk melepasmu.
7.  Hal yang menyenangkan adalah saat kamu mendapat kekasih baru, tapi itu bukan berarti kekasih lama dilupakan. Karena kekasih lama yang selalu ada disaat kamu butuh.

>RENUNGILAH DISAAT ENGKAU BISA MERNUNGINYA<
>BACALAH DISAAT ENGKAU BISA MENYRANKAN KE TEMAN DAN SANABATMU<
>APLIKASIKANLAH JIKA MEMANG SEMUA YANG KAMU BACA MENRUTMU BENAR<

Yang Udah Baca ini...
Semoga Hatimu yang sekeras Batu Bisa Memaafkannya...

Kumpulan TIPS UNIK ala SARFAN



                                        SERING ML BISA MEMBUAT GEMUK


Beberapa hari belakangan ini terbersit niatan untuk menggemukkan badan agar tercapai berat badan yang ideal. Dengan tinggi badan 172cm, ingin rasanya mencapai berat ideal seperti yang bisa dihitung dengan rumus-rumus atau tabel berat badan ideal yang banyak jenisnya itu.. Hehe.. Dan tentunya bentuk tubuh yang ideal juga. Selain itu ada keinginan untuk membuat pipi terlihat lebih berisi lagi.. Wkwkwk...

Ternyata ada resep yang cukup cespleng dan manjur untuk meningkatkan berat badan... Ya, salah satu tips yang sangat mudah dilakukan untuk cepat gemuk dan mencapai berat badan ideal adalah dengan ML! Ya, èM-èL!

M dan L, menjadi ML. Ya! Dua huruf ini bila digabungkan memang memiliki makna yang sangat sensitif. Pengertiannya bahkan bisa melingkupi ruang imajinasi yang luas dan tak berbatas, tergantung interpretasi masing-masing individu.

Kata orang ML itu enak... Malah bagi yang sudah menjadikannya suatu kebiasaan, kalau sekali saja terlewat untuk tak melakukan ML, hasrat tak tersalurkan dan dunia serasa mau kiamat... Wah!

Bila anda sudah memiliki pasangan yang mampu memberikan layanan ML ini, anda bisa bernegosiasi kapanpun dengan pasangan anda bila hendak ML. Selain bisa menghemat pengeluaran yang tak semestinya dikeluarkan, ML dengan pasangan sendiri juga bisa menambah keharmonisan suatu hubungan kan? Menu ML yang akan dilakukan tinggal dibahas bersama-sama, mana yang enak, apa yang enak, dan bagaimana kesukaan si pria dan si wanita. Hehe...

Nah, kalau memang anda masih single, anda boleh mencoba untuk ML di warung-warung yang menjajakan kenikmatan ML ini. Kelebihan dari jajan di luar rumah ini adalah anda bisa bebas memilih dan mencoba banyak hal dalam menyalurkan hasrat ML.

Bila anda ogah dan segan untuk jajan di luar dan anda ingin lebih berhemat lagi... ML saja sendiri...! Self-service, self-made. Lakukan dengan bantuan anda sendiri saja.  Hehehe...

Dengan sering ML, ini akan dapat memicu dan memacu tubuh untuk menjadi gemuk. Berat badan bertambah. Ya, memang seperti itulah resiko bila kita sering ML. Lebih-lebih bagi mereka yang ML lebih dari tiga kali sehari... Mwaahahaha...

Untuk mempercepat naiknya berat badan anda, gampang! Usahakan setelah ML langsung tidur saja. Terlebih lagi saat anda melakukan ML tengah malam, ketika hasrat ML telah terlampiaskan dengan sempurna, sebaiknya anda bergegas untuk merebahkan badan dan tidurrr.. Dijamin deh tubuh anda nanti akan cepat menjadi gemuk.

Dan jangan lupa, selalu kombinasikan dengan olahraga yang teratur untuk memperoleh bentuk tubuh gemuk yang ideal! Oke selamat mencoba! Semoga berhasil.

NB;;;;;;

M L = MAKAN LAGI

iseng-iseng tapi kreatif... wkwkwk...

Sabtu, 08 September 2012

Pengenalan Mineral

Salam Komando, salam Tambang....

sudah pada tahu tentang mineral ga'?
nih yah, sdkit gua kasi ke lo semua tentang mineral dalam tambang....


Mari, cerita dikit tentang sejarahnya yah....

Beberapa Sejarah Awal
Munculnya Mineralogi sebagai sebuah bidang study terpisah di tandai pada tahun 1556 yang dipublikasikan oleh fisikawan Jerman De re Metallica XII, Georgius Agricola yang juga dikenal sebagai Georg Bauer. Agricola meringkaskan Untuk pertama kalinya kumpulan pengamatan yang telah terkumpul selama beraba- abad di tengah – tengah cerita rakyat dan legenda. Dibantu dengan observasinya faktualnya sendiri, dia menguraikan beberapa kategori sifat – sifat mineral termasuk warna, transparansi, kekerasan, flexibilitas dan perpecahan.
            Berdasarkan observasi semacam ini, usaha – usaha dilakukan pada awal abad ke 17 untuk menghubungkan tampilan fisik dan sifat mineral pada struktur internalnya. Struktur internal persis apa yang masih menjadi pertanyaan mendasar yang tidak akan dijawab selama tiga abab. Meskipun demikian, Ilmuan dan filsuf awal memahami blok bangunan kecil disusun dalam sebuah susunan periodic secara internal jauh sebelum keberadaan atom ditunjukkan. Fisikawan dan astronom, Johannes Kepler berspekulasi di tahun 1611 pada susunan planar bola sebagai sebuah kemungkinan penjelasan simetri snow-flakes. Dia memperkenalkan dua susunan geometrical unik yang saat ini membentuk dasar untuk study struktur closest-packed. (gambar 5). Sarjana abab 17 yang lain seperti, Rene Descartes, Robert Hooke, and Christian Huygens, kemudian memberikan kontribusi pada konsep bahwa sifat – sifat mineral pada dasarnya lebih berhubungan pada struktur internal.
            Niels Stensen, yang namanya dilatinkan menjadi Nicolaus Steno, mempelajari lebih lanjut bentuk external Kristal. Stensen adalah seorang fisikawan yang dikenal pada masanya atas kontribusinya pada Anatomi. Penggambaran pengetahuannya bagaimana tanaman dan hewan tumbuh dan dinutrisi oleh fluids internal (cairan dari dalam tubuh), dia menyatakan bahwa Kristal tumbuh oleh penambahan partikel dari sebuah fluids external. Dia menyimpulkan dengan benar bahwa proses pertumbuhan Kristal secara alamiah, dan bentuk akhirnya sebuah Kristal bergantung pada tingkat pertumbuhan pada arah yang berbeda. Berdasar pada studinya tentang morfologi Kristal alam, di tahun 1669 ia merumuskan hubungan secara umum sudut antara dua wajah sebuah kristal selalu konstan, tanpa memperhatikan ukuran atau bentuk wajah Kristal. Hubungan ini nantinya menjadi dikenal sebagai hukum Steno.
            Tahap penting perkembangan ilmu kimia tiba bersamangan dengan bangkitnya industrialisasi pada abab ke 18. Terdapat pertumbuhan yang dibutuhkan untuk pengembangan identifikasi mineral dan sistemasi sifat-sifat mineral.  Pada tahun 1763, Carolus Linnaeus mengajukan salah satu sistem klasifikasi mineral. Ia yakin bahwa ia telah menemukan prinsip yang sama seperti yang telah memainkan peran penting dalam pekerjaan botaninya. Berdasarkan pada sifat external umum, sistemnya dibagi kedalam order, kelas, dan species. Bentuk eksternal cristal adalah pusat klasifikasinya dan penjelasannya tentang kristal dilakukan dengan sangat hati  hati yang nantinya peneliti menunjuknya sebagai penemu ilmu cristalogarafi.
            Pada tahun 1774, Abraham Werner, seorang profesor minerology di Freiburg, Jerman mengajukan sistem minerologi komprehensif dan konsisten yang pertama. Dalam sistemnya sekitar 300 species, bentuk eksternal yang hanya satu dari beberapa sifat yang memerlukan evaluasi sebelum identifikasi dapat dilakukan. Pelajar werner menyebar ajarannya selama lebih masyarakat kota didunia, tetapi pekerjaannya nantinya diserang sebagai yang tidak ilmiah karena hal tersebut tidak didasari pada teori tunggal yang tetap pada saat itu.
            Tunggang bersersejarah terjadi pada tahun 1784 ketika Rene Just Hauy, dalam Traile de cristallographic-nya, susunan struktur kristal  dibuat dari molekul intergrant atau molekul integral yang serupa. Gambar 1.1, dari risalat Hauy, mengilustrasikan bagaimana persamaan pemikirannya pada konsep modern space lattice (kisi ruang) dan seberapa jelas ia menvisualisaikan hubungan lattice pada bentuk eksternal kristal. Kesuksesan sintesis Hauy pada ide-ide saat itu pada masanya dipasangkan dengan studinyanya sendiri tentang calcite (CaCO3) dan pembagian rhombohedral itu sendiri. Karena bentuk rhombohedral dapat diamati sampai batas resolusi mata. Hauy yakin bahwa bentuk menjadi salah satu ciri khas dari beberapa dasar bangunan blok dari keseluruhan mineral yang keseluruhannya tersirat dalam teori Hauy yang mana setiap integral molekul memiliki satu spesifikasi kimia, meskipun ia mengandalkan lebih banyak pada bentuk dari pada ilmu kimia dalam klasifikasinya. Dalam pandangannya, integral molekul adalah dasar subtansi itu sendiri dan pembagian lebih lanjut akan menghancurkan identitasnya begitu saja.
            Prioritas tentang konsep Hauy dari hubungan antara struktur internal dan morpologi eksternal tidak jelas sama sekali. Delapan tahun sebelumnya pada tahun 1773, kimiawan dan meneralogi swedia, Tobern O. Bergman menunjukkan bagaimana scalenohedron calcite (CaCO3) dapat dibentuk dari rhombohedral nucleus (gambar 1.2) dengan sudut 101,5 dan 78,5 degre. Hauy rupanya sadar akan hasil Bergman, tetapi ia mendiskusikannya hanya dalam konteks kekeliruan upaya Bergman untuk menghubungkan bentuk dodecahedralgarnet pada rhombohedral nucleus calcite. Kontribusi yang paling signifikant dari Bergman yakni dalam analisis ilmu kimia mineral dalam laboratorium. Pada tahun 1779, Bergman memberikan laporan lengkap penggunaan blowpipe untuk test kimia mineral. Ini merupakan pendekatan kimia terhadap minerologi lebih dari apapun yang akhirnya menyebabkan kejatuhan teori Hauy.
            Sebagaimana kebangkitan ilmu kimia memberikan kontribusi lebih pada ilmu mineralogy, peran dari bentuk kristal menjadi kurang dominan. Setelah pergantian abad, Francois Beudant, mantan mahasiwa Hauy, menemukan bahwa larutan aquueous mengandung larutan ferrous sulfate (FeSO4) dengan proporsi yang berbeda dan Zinc sulfate (ZnSO4) selalu mengkristalkan pembeda rhombohedral cristal pada saat yang penguapan. Teori Hauy menetapkan bahwa FeSO4 dan ZnSO4 memiliki bentuk yang berbeda dan kemudian pengematan Beudant menuai kontroversi. Beudant menyimpulkan bahwa komposisi senyawa kimiawi bukan merupakan campunan mekanis dua pembeda, molekul integral seperti yang diyakini Hauy, tetapi lebih pada campuran bahan kimia yang menunjukkan rentang sifat-sifat fisik yang terus. Waktu yang hampir bersamaan, William H. Wollaston melengkapi studi serupa dari calcite (CaCO3), magnesite (MGCO3), dan siderite (FeCO3), termasuk seperti yang menurut Beudant mineral tersebut harus dianggap homogen.
            Permasalahan yang sama dengan teori Hauy muncul dengan pengakuan bahwa meskipun calcite (CaCO3) dan Aragonite (CaCO3) memiliki sifat – sifat fisik yang berbeda sama sekali, rumus kimia mereka sama. Pada tahun 1821, Eilhard Mitscherlich, seorang mahasiswa kimiawan dan mineralogis swedia Jons J. Berzelius, mengusulkan konsep modern polyporphism dengan menunjukkan bahwa jumlah identik elemen yang sama dapat mengatur diri mereka sendiri dengan cara yang berbeda yang menghasilkan bentuk eksternal dan sifat-sifat fisik yang berbeda.
            Dengan puncak pembuktian bahwa susunan internalelemen kimia mineral sangat simetrik. Christian Samuel Weiss menetapkan ilmu crystallografy pada kursus baru. Seorang sarjana briliant yang menerima gelar doktornya pada usia 20, Weiss adalah seorang penyokong masalah teori polar yang menetapkan bahwa partikel paling dasar yang digambarkan bersamaan dengan gaya kekuatan dan penetapan bagian dari kekuatan repulsif. Rumus konsep sumbu crystallograpic-nya dan hubungan mereka pada sumbu simetris dalam ruang tiga dimensi dipublikasikan pada tahun 1815. Dengan mempertimbangkan sumbu saling tegak lurus, ia mengidentifikasi isometrik, tetragonal, dan sistem kristal orthorhombic. Dia juga memperkenalkan pembagian alamiah mineral kedalam simetri rotasi sixfold dan sistem simetri threefold. Dengan demikian, hexagonal dan trigonal simetri cristal terbentuk. Kemudian pada tahun 1825, Friedrich Mohs, pengganti Werner di Freiburg dan penemu skala kekerasan yang membesarkan namanya, menunjukkan bahwa baik sistem monoclinic dan triclinic ada dengan mempertimbangkan nonorthogonal sumbu crystolografic.
            Ilmu crystallogarhy sekarang berkembang dengan cepat. Jokann Hessel, fisikawan dan mineralogis jerman, berdasarkan pada tahun 1830 fakta bahwa sesungguhnya ada 32 kelas crystall dan hanya sumbu twofold, threefold, fourforld, dan sixfold dari simetri rotasi yang compatible dengan translasi. Penemuan Hessel berdasarkan pada studi penelitiannya tentang tipe simetri yang kemungkinan bentuk geometricalnya dimiliki. Pada tahun 1840, Gabriel Delafosse menuliskan secara benar bahwa molekul integral Hauy merupakan garis simpul dalam kisi (lattice) crystal yang mana ini merupakan sebuah element geometrikal dari wujud fisik dan kimia yang sekarang kita sebut unit sel. Pengamatan ini merupakan sebuah keutamaan pembentukan titik balik konseptual, untuk kejelasan arti bentuk kimiawi Hauy. Ditahun 1848, Aauguste Bravies mengusulkan secara bebas 32 kelas kristal yang telah diperoleh Hessel terlebih dahulu. Yang paling terpenting, Bravais mengusulkan 14 kisi ruang (space lattice) yang ada dalam teori Forerunner space group, Bravais merasa bahwa 14 lattice tersusun atas 7 simetri lattice yang berbeda, yang mana sesuai dengan 7 sistem kristal yang sebelumnya dikenal. Pekerjaannya menetapkan fakta bahwa simetri eksternal adalah dasar dalam konsep space lattice.
            Pertanyaan utama yang terakhir tersisa adalah tentunya bagaimana atom-atom tersusun dalam unit-unit sel, ini menjadi masalah geometrical untuk peneliti untuk menentukan nomor-nomor jalan simetrikal pada titik mana yang dapat disusun dalam space (ruang) sedemikian rupa sehingga setiap titik diseluruh lingkungan identik. Di tahun 1879, Leonard Sohncke memberikan sebagian jawaban dengan memperkenalkan 2 element simetri baru yang disebut a screw axis dan a glade plane. Melengkapi konsep ini, kristalogafer E.S. Federov mendapatkan 230 kelompok ruang dan mempublikasikan hasil yang sama di tahun 1890. Kira-kira diwaktu yang sama, Wiliam Barlow, seorang yang berpendidikan jenius yang memiliki keuntungan yang biasa dari kekayaan pribadi, juga menyimpulkan bahwa seharusnya ada 230 kelompok ruang setelah ia mempelajari susunan sismetrikal bola.
            Dengan penemuan Rotgen sinar X pada tahun 1805, tahap telah ditetapkan untuk menguji model struktural sebelumnya. Pada tahun 1911, Max von Laue, profesor fisika pada universitas Munich dan dua asistennya Walter Friedrich dan Paul Knipping, melewati sinar X melalui kristal tembaga sulfat dan sejarah pun terjadi. Bintik – bintik difraksi muncul pada piring foto yang diletakkan dibelakang cristal. kelompok tersebut menyimpulkan bahwa respon hahnya bisa terjadi jika (1) sinar X electromatik di alam dan memiliki panjang gelombang pendek dan (2) panjang gelombang itu terdifraksi oleh susunan teratur atom dengan jarak yang sebanding dengan panjang gelombang.
            Hasil ini melancarkan seluruh bidang analisis struktur kristal. Dua tahun kemudian pada tahun 1913, struktur kristal pertama ditentukan oleh team ayah dan anak William H. Bragg dan William L. Bragg. Untuk penemuan mereka, Braggs bersama menerima penghargaan nobel fisika pada tahun 1915. Bidang solid-state fisika dan kimia kristal lahir. Posisi tepat atom dalam struktur dan jarak antara atom-atom ditentukan pertama kalinya. Kesimpulan ukuran atom sebenarnya, jenis serta kekuatan ikatan kimia atom-atom kemudian mengikut. Dalam 70 tahun sejak struktur kristal yang pertama ditetapkan, mineralogy sebagai sebuah ilmu telah memberikan keuntungan bagi kemajuan teknologi penting. Kemunculan kamera canggih presesi X-ray di tahun 1940an memungkinkan kristalograper untuk mengumpulkan data yang lebih baik untuk perbaikan struktur kristal. Saat ini dengan bantuan diffractometer otomatis, struktur dasar dari semua tetapi beberapa mineral diketahui. Dengan perkembangan elektron probe microalalizer (microprobe) pada tahun 1960, menentukan komposisi kimia kristal tunggal atas area-area tidak lebih besar dari beberapa seratus milimeter yang sekarang menjadi prosedur rutin. Scanning mikroskop elektron (SEM) adalah alat lain yang telah membuka dunia baru pengamatan, menyediakan pembesaran dan resolusi yang jauh melampui hasil yang diperoleh dari mikroskop optik.  Instrumen yang terkait, mikroskop elektron transmisi, telah memberi isyarat baru yang menggairahkan era penelitian mineralogi. Dengan TEM, atom dan susunanya telah secara langsung menggambarkan pandangan mineral yang sebelumnya tidak pernah mungkin.








Gambar 1.1 (a) ilustrasi Rene Hauy bagaimana Dedekahedron (12 wajah) bentuk kristal dengan wajah belah ketupat berasal dari inti kubik atau molekul integral
(b)   Turunan Hauy dari dodekahedron dengan segilima dari inti kubik (dari Hauy,R.J., 1801 Traite de mineralogie, vol, 5 plate II)

Gambar 1.2 ilustrasi Tuthern Bergman’s bagaimana prima calcite (HURCIFP) dan scalenohedron (HCIF) dapat diturunkan dari inti belah ketupat (COFD). (dari Bergman, T. O., 1773. Variae crystalloriumformae, e spatho ortae. Nona Acta Regine Societatis Scientiarum Upsaliensis. Vol. 2, plate II)



Mineral merupakan zat anorganik yang terbentuk secara alamiah yang mempunyai ciri-ciri fisik tertentu dan mempunyai struktur kristal tertentu. Mineral merupakan penyusun dari batuan loh..... nah..

Mineral dan kristal itu beda yah... kalo kristal itu dapat dibuat dan juga terbentuk BISA saja ada casmpur tangan manusia, namun mineral terbentuk secara alamiah yang dipengaruhi oleh gejala-gejala yang telah terjadi didalm bumi ini, temperatur, tekanan dsb.. adalah beberapa penyebab terbentuk mineral...

Mineral dapat dibagi menjadi 2 bro...
1. Mineral asam
2. Mineral Basa

Mineral Asam, yaitu mineral-mineral yang sifat fisiknya yaitu warnanya terang mulai dari putih hingga keabuan (dasar)
Mineral Basa, Yaitu mineral-mineral berwarna gelap, dari berwarna coklat gelap hingga hitam bro.!

nah... Tingkatan-tingkatan mineral berdasarkan kekerasannya itu ada juga bro... ini menurut skala went mosh bro.... dari yang paling keras hingga hingga yg paling  sangat mudah ditempa: Diamond, Korundum, Topaz, Kuarsa, Feldspar, Apatit, Fluorit, Kalsite, Gypsum, Talk..... Dari kekrasan 10-1 yah.... oke...


Masuk Kesifat fisik Mineral bro,,,,
tunggu posting selanjutnya yah.... admin ngantuk.!!! hehehehehehehe piss.